#29 Seribu Sembilan Puluh Enam
Halo, Muhamad Haikal Abdullah
Hari ini, tepat tanggal 13 Februari 2012, tepat 1096 hari, 156 minggu, 36 bulan, 3 tahun kita bersama. Sejak tanggal 13 Februari 2009—yang jujur saja penuh keraguan.
Semua perasaanku sudah kucurahkan semua disini, bukan? Di semua surat anonimku 28 hari ke belakang. Tapi aku yakin kamu mengerti apa yang ingin kukatakan, lebih dari surat-surat ini.
Terima kasih telah mengajarkan kalau menyayangi itu nggak bisa seinstan bikin pop mie. Terima kasih atas semua diam yang lebih berarti dari kata-kata basi. Terima kasih telah membuka mata bahwa “langka” dan “cuma satu” itu berbeda. Terima kasih sudah merubah jalan becek di hari hujan jadi taman bunga warni-warni. Terima kasih sudah membuatku penasaran. Terima kasih sudah menyemangatiku berkejar-kejaran dengan tujuan. Terima kasih sudah membebaskanku memilih prioritas dengan logika. Terima kasih. Terima kasih. Terima kasih. Terima kasih sudah memaksaku untuk terus menerus belajar.
Belajar mencintai dengan cara yang sederhana. Tanpa rasa cinta yang melebihi kecintaan padaNya dan pada yang melahirkan dan mengurus kita. Karena cuma kamu yang aku temui, yang bisa meyakinkanku kalau suatu hari nanti, bagaimanapun caranya, pasti ada waktu untuk kita untuk jadi utuh, bahagia dengan sempurna.
—-You say that you love rain, that’s why I’m not afraid of drenched by the downpour. And you said you were afraid to get drench, but believe me it would turn out be just fine. Just fine :—-)
