#21 Smepunra

Halo, takdir yang muncul di persimpangan.

Yang selalu menimbulkan pertanyaan sesulit tes surat izin mengemudi, tapi hanya memberikan pilihan jawaban salah benar salah benar.


Kita ini apa? Aku berpikir awalnya kita jarum dan benang yang saling menjalin pola. Tapi kupikir-pikir tertusuk jarum itu perih.
Kita ini apa? Setelah itu terbesit dalam pikiranku kalau kita ini gula dan kopi di malam penyelesaian skripsi. Tapi sayangnya kebanyakan glukosa dan kafein buruk bagi kesehatan.
Kita ini apa? Aku suka benda melayang dan aku berimajinasi kalau kita ini helium yang mengisi balon warna-warni. Tapi setelah terbang jauh perlahan kita akan menepi dan jatuh di sisi.
Kita ini apa? Aku kira cocok juga kalau kita ini jadi Rama dan Shinta. Tapi haruskah kisah cinta punya latar negeri di atas awan?
Kita ini apa? Oke! Mungkin ini yang paling tepat. Kita ini kertas dan pena. Ah, coretan pena kadang menyakitkan. Tapi apa gunanya kertas kosong dan pena penuh tinta yang hanya disimpan, selamanya?


Karena langit tak selamanya cerah, kita harus tahu cara mengindahkan malam. Dan jika kita sesama sempurna, nampaknya percikan api akan lebih cepat padam.

Salam,
Cekungan/cembungan yang menunggu cembungan/cekungan.

03

February

3 notes

  1. gemeiliani reblogged this from audhinafifah
  2. audhinafifah posted this