#19 Februari
Kamu tau? Dulu aku nggak pernah punya bulan spesial. Bulan favoritku cuma Juli, bulan lahirku. Dan November, yang dulu bulan puasa dan dengan bodoh aku pikir setiap tahun Ramadhan jatuh pada bulan itu.
Tapi sejak 3 tahun lalu, awal tahun selalu jadi yang aku tunggu. Bulan Februari yang katanya penuh cinta, dengan gerimis-gerimis hujan romantis.
Bagiku identik dengan 3 hal. Hujan, merah muda, dan gitar. Aku nggak pernah suka hari hujan tapi akhirnya aku percaya kalau hujan mampu meresonansi memori yang menyenangkan, ataupun yang menyedihkan. Aku benci warna pink karena menurutku pink terlalu “cewek” dan centil, tapi akhirnya aku menyerah dengan rasanya menjadi merah muda. Aku dulu cuma suka musik klasik yang keluar dari dawai biola dan dentingan piano, tapi akhirnya aku menemukan bahwa gitar dengan nada tertentu, lagu tertentu, dan of course, pemain tertentu, bisa terdengar lebih manis dan menenangkan.
Bagiku sekarang, Februari itu seperti tanggal 1 yang ditunggu setiap karyawan, Agustus yang disambut dengan penuh semangat kemerdekaan, atau 25 Desember yang dipenuhi cemara dengan hiasan.
Halo Februari! Tetap manis seperti coklat-coklat olahan, ya!