#15 Kepada: Penguasa Cinta
Aku baru sadar kalau hanya dengan sabar aku seharusnya bisa berusaha lebih keras dari kemampuan yang aku punya. Dengan begitu kemampuanku akan bertambah seiring usaha yang kulewati. Harusnya aku bisa yakin kalau kesuksesanku hanya selangkah lebih jauh dari limitku.
Aku baru sadar kalau dengan mengikhlaskan aku seharusnya bisa belajar dari kesalahanku. Dengan begitu aku bisa membersihkan hatiku. Harusnya aku percaya bahwa apa yang Kau ambil akan kau ganti dengan yang jauh lebih baik.
Aku baru sadar kalau Kau telah ciptakan obat terbaik dari segala obat. Dengan begitu aku bisa waspada dan menyembuhkan penyakitku sendiri. Harusnya aku tau sebenarnya di setiap kenikmatanku adalah waktu yang paling tepat untuk tersenyum mengucapkan sekedar terima kasih padaMu.
Tuhan,
Jangan marah. Masih banyak doaku yang belum rampung, masih menunggu. Untuk menjadi mahasiswi berjaket kuning dengan makara jingga atau abu-abu masih jadi tujuan terbesarku tahun ini. Agar aku bisa sepenuhnya jadi pengejar ilmu, bukan nilai atau gelar. Agar aku bisa bahagiakan dan balas semua pengorbanan orang tuaku yang telah melengkapi bahkan melimpahkan kebutuhan dan keinginanku, walau aku tahu mustahil aku bisa membayarnya lunas. Dan agar aku bisa jadikan sabar dan ikhlas sebagai penolongku, bersyukur sebagai pengingatku.
Aku mohon, Tuhan.
So which of the favors of your Lord would you deny?

