#13 Tiga Belas
Halo, selamat siang! Kamu pasti sangat akrab dengan angka yang menjadi judul suratku hari ini kan? Kali ini aku akan menceritakan dua hal yang paling aku cintai tapi selalu membuatku penasaran dan sangat sulit dimengerti: kamu dan matematika.
Tiga belas termasuk bilangan prima; bilangan yang tidak bisa dibagi dengan bilangan apapun kecuali 1 dan dirinya sendiri. Prima. Istimewa. Jadi saat ini aku sudah menemukan korelasi baru dan aku akan mengganggap kita juga sebagai pasangan prima—pasangan istimewa. Kamu setuju?
Menurut mitos 13 itu angka sial. Banyak negara yang melewati angka 13 dengan mengganti menjadi 12A dan 12B. 13 juga bersebelahan dengan angka 14. Dan hari jadi kita juga jatuh pada bulan Februari, tepatnya tanggal 13 Februari. Kenapa ya bukan 14 Februari, di hari Valentine yah penuh cinta itu? Mungkin karena saat kita baru mulai, perasaan ini benar-benar masih benih. Boro-boro penuh buah cinta, tanahnya saja masih merah. Jangankan tukar coklat, makanan manis saja aku tidak suka. Iya kan? Kenapa kita harus jadi sama? Kan kita pasangan istimewa. Lagipula 13 itu angka ganjil. Aneh.
Konjungsi, p ^ q. Dengan premis p “Aku suka matematika”, premis q “Aku cinta kamu”, pernyataan tertutup ini menjadi yang bernilai paling benar dalam logikaku. “Aku suka matematika dan aku cinta kamu”. Kadang kalian sama-sama menyebalkan dan kadang aku berpikir untuk menyerah saja. Tapi nggak bisa aku ubah kalau p ^ q selalu bernilai benar untukku.
We are prime and we are odd, but as long as we can keep this feelings lasts, I don’t care anyway. :p
