#11 X-Jati

Untuk kota yang menumbuhkan ibuku sampai merawat aku

Dulu, aku paling malas kalau diajak kesini. Kadang sampai sekarang pun aku masih malas. Tapi layaknya benci yang beda tipis dengan cinta, malas pun kayaknya bisa berubah menjadi suka.

Aku bingung aku ini sebenarnya terlahir di ras mana. Ibuku lahir di Banten tapi tinggal di Subang, ayahku lahir di Jakarta tapi hidup di tengah keluarga yang kental dengan budaya Jawa. Mungkin dari sinilah aku mendapat gelar ras gaul, ‘Janda’ alias Jawa Sunda.

Tersebutlah sebuah daerah bernama Kalijati, di kota Subang. Disana ada rumah kakekku yang terletak di alun-alun kota. Yap, kakekku dulu pernah menjabat sebagai walikota dan menjadi tokoh masyarakat disana. Aku masih ingat kalau masa kecilku masih wajar dan menyenangkan disana. Aku bermain congklak, sapintrong, aayunan, dan lain-lain di halaman dengan pohon jambu super besar dan kebun jagung di belakangnya. Tapi karena yang namanya globalisasi itu, makin gede aku makin jadi “ngota”. Aku membawa seperangkat krayon dan kertas canson A2-ku dan menghabiskan waktu menggambar (juga membaca komik) di dalam rumah.

Hingga suatu saat aku dimarahi ibu karena kebiasaan jelekku itu. Aku hampir selalu ‘dipaksa’ kembali untu?k bersosialisasi dan bermain dengan sekitarku. Awalnya aku masih menjadi anak kota yang menyebalkan, saking kesalnya aku hampir tidak bisa menemukan internet di kota itu. Kecintaanku pada kamera yang bermula sekitar 4 tahun lalu ikut mengubah pandanganku terhadap kota itu. Parasnya berkali-kali lebih cantik dan fotogenik untuk dilihat di balik viewfinder kameraku. Dan aku mulai suka memancing sejak kali pertama aku merasakan enaknya ikan nila bakar hasil tangkapan sendiri. Kemudian aku jatuh cinta pada sungainya. Lalu pada sawahnya. Langit subuhnya. Dan yang paling penting bakso jandonya. Aku kampungan seperti orang desa masuk kota. Bedanya aku kampungan sebagai orang kota yang baru masuk desa.

Jangan berubah ya, Kalijati. Jangan berubah meski sudah ada KFC dan katanya mau dibangun mall, tetap cantik seperti gadis desa ya!

26

January